perempuan kudu bisa (juga) cari uang

baru kali ini bikin note dengan judul to the point gitu
memangnya perempuan wajib cari uang juga?
eeits, bisa cari uang bukan berarti wajib cari uang
kalo boleh milih, yakin deh pasti sebagian besar perempuan milih ada di rumah
yang nyari duit lakinya, semua kebutuhan dipenuhinya
ya nggak sih???

sebetulnya kenapa sih perempuan kudu bisa cari uang?
pertama, karena usia harapan hidup perempuan lebih panjang
jadi perlu uang lebih banyak buat bertahan hidup di sisa hidupnya ketika sudah ditinggal pasangannya
makanya perencanaan keuangan untuk masa pensiun perlu dilakukan sedari dini, sejak awal masuk dunia kerja
bertambahnya usia akan diikuti masalah kesehatan, sementara ketika sudah pensiun pengeluaran makin besar dengan pemasukan nyaris nol
dianjurkan memiliki harta produktif agar dapat mengcover kebutuhan di hari tua

kedua, agar tetap tegak berdiri jika terjadi resiko terhadap kepala keluarga sehingga peran pencari nafkah utama jatuh kepada istri
banyak sudah contohnya keuangan keluarga yang morat-marit jika ditinggal sang ayah

ketiga, semua harga naik kecuali harga diri
karena sekarang semua serba mahal, ngga salah kan kalo perempuan juga turut cari uang buat memenuhi kebutuhan (juga keinginan) keluarga
kecuali memang harta lakinya kagak habis tujuh turunan

keempat, agar punya (sedikit) harga diri di hadapan suami (juga mertua)
kasus-kasus kdrt kebanyakan terjadi terhadap perempuan yang keuangannya bergantung secara penuh kepada pasangannya
kita ngga bahas masalah perasaan, “tapi saya CINTA MATI ama dia”
juga biar ngga dikira mertua kita cuma ngabisin duit anaknya aja
(oke poin ini kontroversial karena saya belum menikah)

kelima, memenuhi hasrat dalam diri masing-masing
siapa perempuan yang ngga suka shopping? belanja baju, sepatu, tas, kosmetik, pernak-pernik???
ngaku, saya termasuk. masih ditambah suka beli buku pula
jika dilakukan dengan uang sendiri rasa bersalah tidak akan sebesar jika dilakukan dengan menilep uang belanja
hasrat dalam diri masing-masing termasuk pula membantu orangtua maupun saudara yang kesusahan
termasuk juga kasih hadiah kepada pasangan, yang kepuasannya akan terasa lebih jika dilakukan dari hasil jerih payah sendiri

kayaknya itu yang kepikir ampe sekarang, kalo ada yang mau nambahin dipersilakan
intinya sih, biarpun perempuan tidak bertanggung jawab sebagai pencari nafkah utama keluarga tetapi perempuan sangat dianjurkan untuk bisa cari uang karena beragam alasan diatas
kita ngga bahas mengenai prestasi, karena akan saya bahas di tulisan selanjutnya mengenai cari uang buat perempuan

*dedicated to all the girls

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s