It’s just the title which is in English, will write something in English later on.
Sekarang eranya internet, eranya informasi, ketika segala informasi begitu cepat bertukar.
Bukan cuma berita, informasi apa aja bisa dipertukarkan. Kita lagi dimana, sama siapa, lagi apa, lagi sedih, kecewa, laper, even lagi horny, bisa kita pertukarkan.
Yup, dahsyatnya penetrasi fesbuk di Indonesia membuat para fesbuker leluasa menuliskan apa saja yang mereka rasakan maupun apa saja yang mereka (sedang/ingin/akan) kerjakan di kolom status.
Fitur komen juga membuat teman2 dari si pemasang status leluasa pula memberikan respon. Entah respon positif maupun negatif terhadap apa yang tertulis di kolom status, nanya kabar si empunya status, hingga akhirnya jadi chit chat ketika sang teman dengan ‘tuan rumah’ saling berbalas komen.
Dampak positif yang bisa kita rasakan, kita jadi tau kabar temen kita. Misalnya nih, si A lagi di mall buat Great Sale & dia kasih info brand2 apa yang lagi diskon, si B baru punya anak, si C baru putus/merit, si D lagi nyari kerjaan baru, si E lagi jualan, dst dst. Semua cukup dilakukan dengan log in ke akun fesbuk kita. Mudah & murah.
Tapi, kalo ada dampak positif, pasti ada negatifnya kan? Seperti berita2 kemaren, beberapa abege lari dengan temen barunya yang dikenal lewat fesbuk. Beberapa ketipu dengan kirim uang buat temem yang ngaku kesusuahan, well yang ini ada yang karena akunnya dibajak.
Mudahnya akses fesbuk membuat kita sering asyik sendiri dengan gadget, jadi suka ga memperhatikan sekeliling. Sampai muncul jargon: Fesbuk, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.
Poin pertama ga usah dibahas, banyak yang menemukan temen2 lamanya kembali. Tapi poin kedua, bener juga loh.
Karena merasa udah temen deket, kita (saya maksudnya) suka main komen seenaknya, juga nyela seenaknya. Menganggap bahwa temen kita fine2 aja, toh keseharian juga sering maen cela2an.
Tapi, ada saat2 ketika temen kita berat menerima apa yang sudah kita lontarkan.
Kalo sudah begitu, apa jalan terbaik? Tentu saja minta maaf, janji gak akan ngulangi perbuatan konyol yang bikin temen menjauh tadi.
Cukup? Untuk langkah awal sih iya, tapi pe er yang lebih berat adalah mengembalikan kondisi pertemanan seperti sebelumnya. Apakah bisa kembali dekat? Apakah jadi lebih dekat? Atau malah bener2 ilang pertemanannya?
Nah, di posisi ini, fesbuk is killing. Ketika fesbuk mendekatkan yang jauh, it’s beneficial. Ketika menjauhkan yang dekat, it’s killing.
Jadi, pintar2lah memanfaatkan fesbuk dalam rangka mempertahankan silaturahmi antar teman, maupun mencari teman2 baru. What do you think, people?
Pembahasan fesbuk buat kerjaan engga dibahas disini yah.
Posted with WordPress for BlackBerry.
